Menjaga Tradisi, Merajut Silaturahmi: Nyadran Serentak di 11 Padukuhan Kalurahan Patalan

Lutfi Alfian 08 Februari 2026 17:05:52 WIB

Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H, suasana khidmat dan kebersamaan menyelimuti wilayah Kalurahan Patalan. Pada Minggu, 8 Februari 2026, mayoritas padukuhan di Kalurahan Patalan secara serentak menggelar tradisi Nyadran, sebuah warisan budaya leluhur yang terus dijaga kelestariannya.

Tercatat sebanyak 11 padukuhan melaksanakan prosesi ini secara bersamaan, yakni Padukuhan Gaduh, Gelangan, Bakulan Wetan, Karangasem, Ngaglik, Ketandan, Butuh, Panjangjiwo, Sulang Kidul, Sulang Lor, dan Boto.

Tradisi Nyadran di Kalurahan Patalan diawali dengan kegiatan kerja bakti membersihkan makam leluhur secara gotong royong. Puncak acara ditandai dengan doa bersama atau tahlil yang dipimpin oleh tokoh agama setempat di area pemakaman maupun serambi masjid/mushola masing-masing padukuhan.

Setelah doa bersama, warga melakukan prosesi kembul bujana atau makan bersama. Berbagai hidangan khas seperti nasi gurih, ayam ingkung, dan aneka jajanan pasar yang dibawa warga dalam tenong atau wadah makanan, dinikmati bersama-sama sebagai simbol kerukunan dan rasa syukur kepada Allah SWT.

Komentar atas Menjaga Tradisi, Merajut Silaturahmi: Nyadran Serentak di 11 Padukuhan Kalurahan Patalan

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
Isikan kode Captcha di atas
 
Kebijakan Privasi

Website desa ini berbasis Aplikasi Sistem Informasi Desa (SID) Berdaya yang diprakarsai dan dikembangkan oleh Combine Resource Institution sejak 2009 dengan merujuk pada Lisensi SID Berdaya. Isi website ini berada di bawah ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International (CC BY-NC-ND 4.0) License