Ubah Sampah Jadi Rupiah, Mahasiswa PLK UNY 2026 Ajak Warga Jetis Kompak Kelola Limbah Rumah Tangga
Lutfi Alfian 23 Mei 2026 17:26:26 WIB
Masalah sampah seringkali menjadi beban, namun bagi warga Padukuhan Jetis, sampah kini mulai dipandang sebagai peluang. Pada Minggu (19/4/2026), mahasiswa Pembelajaran Luar Kampus Universitas Negeri Yogyakarta Adyaswara Mengabdi 2026 menggelar aksi Gerakan Jetis Memilah Sampah, sebuah kegiatan edukasi praktis yang mengajak warga untuk tidak sekadar membuang sampah, tapi mengelolanya dengan cerdas.
Kegiatan ini dimulai dengan aksi kolektif mengumpulkan sampah dari rumah ke rumah, yang kemudian dilanjutkan dengan proses pemilahan dan penyaluran ke pengepul untuk diubah menjadi nilai ekonomi.
Program ini merupakan langkah kecil Adyaswara Mengabdi 2026 namun berdampak besar bagi kelestarian lingkungan, selaras dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu SDGs Poin 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) yang diwujudkan dengan mendorong pola hidup zero waste melalui prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) dan SDGs Poin 13 (Penanganan Perubahan Iklim) yaitu dengan mengurangi volume sampah yang menumpuk di rumah warga dan menekan emisi gas metana dari sampah organik yang membusuk tidak pada tempatnya.
Mahasiswa PLK UNY 2026 melakukan kegiatan pemilahan sampah yang diawali dengan mengumpulkan sampah dari beberapa titik pembuangan sampah di Padukuhan Jetis. Kemudian, dilanjutkan dengan memilah sampah anorganik yang memiliki nilai ekonomi, seperti botol plastik, botol kaca, cup minuman, kardus, hingga besi.
Setelah terkumpul dan terpilah, sampah anorganik tersebut langsung disalurkan kepada pengepul. Hasil penjualan dari sampah ini nantinya akan dikelola untuk kas Padukuhan Jetis atau keperluan warga kembali.
Antusiasme mahasiswa ini terlihat saat mereka mulai memilah-milah botol plastik dan kardus bekas yang selama ini hanya memenuhi sudut rumah. Ketua kelompok PKK Padukuhan Jetis menuturkan bahwa kehadiran mahasiswa membantunya memahami bahwa sampah rumah tangga bisa dikelola lebih rapi dan tidak harus selalu berakhir di tempat pembuangan.
"Ternyata kalau kompak begini, urusan sampah jadi lebih ringan dan ada hasilnya buat warga. Harapannya setelah mahasiswa selesai praktik di sini, kebiasaan memilah ini tetap lanjut," ujarnya.
Aksi ini diharapkan menjadi pemantik bagi Padukuhan Jetis untuk menjadi desa mandiri sampah, di mana kelestarian alam dan kesejahteraan ekonomi warga dapat berjalan beriringan
Formulir Penulisan Komentar
Profil Desa Rintisan Budaya
Profil Kalurahan Patalan
Tautan
Komentar Terkini
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Jumlah Pengunjung | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
- Optimalisasi Data Berbasis Digital: Mahasiswa PLK UNY 2026 Kembangkan Sistem Data Kependudukan Real-
- Bugar di Kala Senja: Kolaborasi Mahasiswa PLK UNY Adyaswara Mengabdi 2026 dan Ibu-Ibu PKK Dusun Jeti
- Wujudkan Ketahanan Pangan Lokal, Mahasiswa PLK UNY 2026 Gelar Sosialisasi KWT di Padukuhan Jetis
- Ubah Sampah Jadi Rupiah, Mahasiswa PLK UNY 2026 Ajak Warga Jetis Kompak Kelola Limbah Rumah Tangga
- Berdayakan Masyarakat Dusun Jetis, PLK UNY 2026 Gelar Kegiatan Pelatihan Pembuatan Batik Jumputan
- Tradisi Wiwitan di Dusun Jetis
- Moling PBB Dusun Kategan, Ketandan dan Bobok
Website desa ini berbasis Aplikasi Sistem Informasi Desa (SID) Berdaya yang diprakarsai dan dikembangkan oleh Combine Resource Institution sejak 2009 dengan merujuk pada Lisensi SID Berdaya. Isi website ini berada di bawah ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International (CC BY-NC-ND 4.0) License

















